<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Seputar Tarawih dan Witir</title>
	<atom:link href="http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/</link>
	<description>belajar mendidik diri dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 05:22:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Budi Rahardi</title>
		<link>http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/#comment-95</link>
		<dc:creator>Budi Rahardi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 13:03:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aufia.wordpress.com/?p=80#comment-95</guid>
		<description>Alhamdulillah... dengan membaca thread di atas saya jadi lebih memahami tentang shalat malam (terutama Taraweh), terimaksih ya ustad..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; dengan membaca thread di atas saya jadi lebih memahami tentang shalat malam (terutama Taraweh), terimaksih ya ustad..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mang Kumlod</title>
		<link>http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/#comment-50</link>
		<dc:creator>Mang Kumlod</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 07:51:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aufia.wordpress.com/?p=80#comment-50</guid>
		<description>Subhanallaah. Ini banyak samanya dengan pemahaman saya (saya tidak mencari perbedaan tapi nyari persamaan). Tapi saya punya satu pertanyaan, dalil maksimum witir 13 raka&#039;at itu apa ya? Soalnya yg saya tau rakaat witir maximum 11 raka&#039;at dengan dalil hadith Siti Aisyah tadi. Makasih...


&lt;blockquote&gt;Sebenarnya untuk rakaat qiyamul lail gak ada maksimumnya, batas tepatnya adalah waktu subuh.
&lt;em&gt;“Shalat malam, dua (rakaat) dua (rakaat), jika salah seorang di antara kamu khawatir (datang) waktu shubuh, maka hendaklah dia shalat (witir) satu rakaat, mengganjilkan shalat yang telah dilakukan” (Muttafaq alaih)&lt;/em&gt;
11 atau 13 itu kebiasaan Rasulullah SAW, kenapa? karena belum sampe 20 dah masuk subuh : ), ya saking panjang bacaan qurannya.
Tidak ada pertentangan 11 atau 13, dalilnya:
&lt;em&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhu, beliau berkata:
“Adalah shalat Rasulullah (berjumlah) tiga belas rakaat; maksudnya adalah (shalat di waktu) malam” (Riwayat Bukhori)&lt;/em&gt;
Ya, dalam riwayat lain dijelaskan, Rasulullah senantiasa mengawali sholat malamnya dg 2 rakaat yang ringan... 2+11=13 ^.*
Tentang kenapa, bgaimana, dan hikmah 23, 33 rakaat insya allah dibuat thread sendiri saja ya, biar gak tll panjang disini.
Terima kasih telah berkunjung...&lt;/blockquote&gt;






</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallaah. Ini banyak samanya dengan pemahaman saya (saya tidak mencari perbedaan tapi nyari persamaan). Tapi saya punya satu pertanyaan, dalil maksimum witir 13 raka&#8217;at itu apa ya? Soalnya yg saya tau rakaat witir maximum 11 raka&#8217;at dengan dalil hadith Siti Aisyah tadi. Makasih&#8230;</p>
<blockquote><p>Sebenarnya untuk rakaat qiyamul lail gak ada maksimumnya, batas tepatnya adalah waktu subuh.<br />
<em>“Shalat malam, dua (rakaat) dua (rakaat), jika salah seorang di antara kamu khawatir (datang) waktu shubuh, maka hendaklah dia shalat (witir) satu rakaat, mengganjilkan shalat yang telah dilakukan” (Muttafaq alaih)</em><br />
11 atau 13 itu kebiasaan Rasulullah SAW, kenapa? karena belum sampe 20 dah masuk subuh : ), ya saking panjang bacaan qurannya.<br />
Tidak ada pertentangan 11 atau 13, dalilnya:<br />
<em>Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhu, beliau berkata:<br />
“Adalah shalat Rasulullah (berjumlah) tiga belas rakaat; maksudnya adalah (shalat di waktu) malam” (Riwayat Bukhori)</em><br />
Ya, dalam riwayat lain dijelaskan, Rasulullah senantiasa mengawali sholat malamnya dg 2 rakaat yang ringan&#8230; 2+11=13 ^.*<br />
Tentang kenapa, bgaimana, dan hikmah 23, 33 rakaat insya allah dibuat thread sendiri saja ya, biar gak tll panjang disini.<br />
Terima kasih telah berkunjung&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Aufa</title>
		<link>http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/#comment-16</link>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 14:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aufia.wordpress.com/?p=80#comment-16</guid>
		<description>HadanaLLah wa iyyakum...barokallahufik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HadanaLLah wa iyyakum&#8230;barokallahufik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Setiyo Adi</title>
		<link>http://aufia.wordpress.com/2008/09/10/seputar-tarawih-dan-witir/#comment-13</link>
		<dc:creator>Setiyo Adi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 04:42:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aufia.wordpress.com/?p=80#comment-13</guid>
		<description>terima kasih atas penjelasannnya, saya jadi tahu  semoga Allah memberi kemudahan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas penjelasannnya, saya jadi tahu  semoga Allah memberi kemudahan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
