Apakah Kita Telah Mengacuhkan Al Quran?

Rasulullah SAW pernah menghawatirkan ummatnya menjadi orang-orang yang menjadikan Al Quran sesuatu yang tidak diacuhkan.
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا (٣٠)
Berkatalah Rasul: “Ya Rabb-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.[Al Furqon:30]
Apakah kita termasuk bahagian orang-orang yang Rasul khawatirkan karenanya?
Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah, tentang makna ‘mahjuura’ berkata:
من لم يقرأ القران فقد هجره
Barang siapa yang tidak membaca Quran maka dia telah mengacuhkannya.
من يقرئون القران ولم يدبّروا معا نه فقد هجره
Barangsiapa membaca Quran tetapi tidak memperhatikan maknanya maka dia telah mengacuhkannnya
من يقرئون القران ويدبّروا معانة ولم يعملون به فقد هجره
Barang siapa yang membaca Quran memperhatikan maknanya tetapi tidak beramal dengannya maka ia telah mengacuhkannya.

Allah SWT memerintahkan kita mentadabburi al qur’an:
أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (٢٤)
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci? [Muhammad:24]
Dalam tinjauan istilah Tadabbur berasal dari kata dabbara-yudabbiru, yang dapat bermakna memperhatikan seperti pada kalimat yadabbarul qaula/ memperhatikan perkataan; atau bermakana mengatur seperti pada kalimat yudabbirul amru/ mengatur urusan.
Dari pengertian diatas ada tiga tingkatan tadabbur quran:
1. Membacanya ( yaqrauhu)
2. Memperhatikan/mengetahui maknanya (yadabbaru m’anihi)
3. Beramal dengannya (ya’maluu bihi/al imtitsaluhaa)

Target tadabbur quran adalah menjadikan al quran sebagai akhlaq hidup; sebagaimana ketika Aisyah RA. ditanya tentang akhlaq Rasul, jawabnya:’ Akhlaq beliau adalah Quran’.

Akhlaq meliputi tiga unsur:
1. Hati (al qalbu)  akhlaqnya hati adalah MAU dibentuk dengan TAZKIYAH
2. Akal (al aql)  akhlaqnya akal adalah TAHU dibentuk dengan ILMU
3. Tindakan (al ‘amal)akhlaqnya amal adalah tabiat/ke BIASA-an dibentuk dengan me- LAKUKAN
Menjadikan al quran sebagai akhlaq hidup artinya: Mentazkiyah hati supaya mau, beriman, dan cinta quran. Menuntut ilmu quran supaya pengetahuan diakalnya adalah pengetahuan yang selaras dengan quran dan,. Memulai apa yang termaktub dalam kalam Illahi itu dengan tindakan, tidak menunda-nunda sehingga jadilah segala perilakunya kebiasaan yang qurany…
Wallahu a’alam []

Maroji’:
1. The Holy Qur’an
2. Materi Tatsqif, Ust. Abdullah Sunono
[izzul 4082001]

2 Tanggapan ke “Apakah Kita Telah Mengacuhkan Al Quran?”

  1. pakarfisika Berkata:

    salam ta’aruf, senang menemukan blog ilmu ini…

    wassalaam

    >> berlebihan kali dikatakan blog ilmu, senang belajar bersama-sama, tidak lebih…
    salam ta’aruf juga, salam untuk teman2 CASA

  2. cantigi Berkata:

    Subhanallah..
    makasih sudah mau mengingatkan sesama.. ^_^

    >> terutama untuk mengingatkan diri sendiri kok mas, justru diri ini yang perlu banyak diingatkan

Tinggalkan Balasan

  • Tulisan Teratas

  • ARSIP

  • JENDELA

    who's online

  • Dunia PKS
  • It’s me

    Click to view my Personality Profile page