Apa istimewanya kalimat ini? Sehingga kita dapati dalam sejarah perjuangan ummat ini ribuan pejuang telah rela untuk menumpahkan darahnya demi mempertahankan kalimat ini tetap tegak dalam dirinya. Ataupun banyak tokoh panggung sejarah yang pongah dan tidak mau untuk mengucap kalimat ini bahkan rela membuat makar dan permusuhan terhadapnya yang kemudian juga harus mereka tukar dengan darahnya. Apa istimewanya kalimat ini? Sehingga membuat sebahagian manusia menjadi golongan yang beriman dan patuh dan sebahagian yang lain menjadi golongan kafir; yang membuat seorang Bilal bin Rabbah atau Sumayyah rela disiksa tanpa pernah berpaling dari kalimat ini sementara Abu Jahal, Abu Lahab dan kawan-kawannya mesti berpaling meski janji kemuliaan disampaikan. Apa pula istimewanya kalimat ini sehingga seorang Umar bin al Khotob yang bengis dan lalim tiba-tiba berubah total menjadi orang yang welas asih dan bahkan mampu menangis tersedu mengingati kesalahan jahiliahnya? Atau seorang Miqdad dengan teguh dan berani bisa menghadap Panglima Rustum tanpa turun dari kuda sementara karpet mewah tergelar?
Jawabnya adalah pada pemahaman kandungan maknanya! Karena ia adalah pernyataan [QS 3:18/81], janji [3:81/5:7/2:26] sekaligus sumpah [63:2] terbesar seorang hamba terhadap Rabbnya. Janji yang telah diucap bahkan semenjak masih didalam rahim ibu kita [QS 7:172]. Janji dan sumpah yang menuntut pemenuhan konsekuensinya [QS 16:91/95 13:25] Ia adalah kalimat tauhid [ QS 2:163], tali yang kokoh/urwatul wutsqa [QS 2:256] kalimat thoyyibah [QS 14: 24] kalimat taqwa [QS 48:26] ucapan yang diteguhkan/ qauluts tsabit [QS 14:27] kalimatullah hiyal ulya [QS 9:40] kalimat keselamatan/najah [QS 4:48 40:41] kalimat istiqamah [QS 41:30]. Ia bagaikan api [QS 2:17] Ia adalah cahaya [QS 24:35] Ia bagaikan tanah yang subur [QS 7:58] Ia bagaikan air jernih tanpa buih [QS 13:17]
Syahadat yang benar dengan landasan iman yang konsisten, menumbuhkan dalam diri kita keberanian, ketenangan, sikap optimis dalam kehidupan. Kemudian Allah memberi janji bagi orang yang istiqomah itu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Inya Allah. Amin
Makna “Asyhadu” akan membawakan makna:
Aku menyatakan, berjanji, dan bersumpah mulai saat ini dan seterusnya….Bahwa tiada Ilah yang haq disembah, tiada dzat yang paling dicintai, ditakuti, diharapkan, dan di ibadahi melainkan Allah saja.
Sudah menyadarikah kita bahwa setiap hari minimal sembilan kali kita mengucapkan kalimat ini?
Bahwa sembilan kali kita memperbaharui perjanjian kita dengan Sang Pencipta kita, ataukah merasa mengucapkan janjipun kita tidak merasa?
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا(72)
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, Al Azab 33:72
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ(172)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, Al A’raf 7:172
Ataukah bersama waktu kita telah dilalaikan oleh perjanjian itu, sehingga termasuk orang-orang yang fasik?!
Firman Allah:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ(16)
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Al hadid 57:16
Maka inilah saatnya untuk kembali….
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(8)
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. At Tahrim 66:8
حَدِيثُ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ *
‘Ubadah bin shomit menuturkan Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya; dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah , rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat pula bahwa) surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya; maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga betapapun amal yang telah diperbuatnya. HR Bukhori Muslim
Wallahu a’lam
ditulis kembali dari arsip lama -Izzul 2000





September 16, 2008 pukul 9:39 am |
luar biasa.., sangat mencerahkan.. ^_^
September 16, 2008 pukul 1:34 pm |
Subhanallah…terima kasih Abu atas pencerahannya…
September 17, 2008 pukul 11:16 pm |
semoga kita mampu berjalan dengan lurus dijalanNya setelah berkomitmen dengan mengucapkan kalimat syahadat
September 18, 2008 pukul 5:25 am |
Janji diucapkan memang hanya untuk yang dicintai… Ya Rabb aku mencintai Mu
September 30, 2008 pukul 8:14 am |
Taqobbalallahuminna waminkum
Washiyamana washiyamakum
Minal ‘Aidin walpaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H